Feed on
Posts
Comments

ketika saya dirumah

pernah suatu jangka waktu saya diharuskan berada di rumah karena saya tidak kuliah, tidak tanggung2 saya hitung lebih dari enam bulan saya berada dirumah. sebagai mantan seorang aktifis dakwah kampus *cie ileeeeh* dan aktifis dolan ngalor-ngidul, sebuah bayangan tentang berada hanya di rumah dalam jangka waktu yang lama membuat saya enggan pulang. tapi apa mau dikata, saya telah memutuskan dan saya akan bertanggung jawab atasnya.

hari pertama dirumah saya mulai membiasakan diri dengan keadaan rumah, maklum saya biasanya hanya berada dirumah selama dua hari dengan sebulan saya berada di kota pelajar, bahkan terkadang dua bulan baru saya pulang. saya mempelajari aktifitas ibu saya dan apa yang bisa saya kerjakan. memang sejujurnya boleh dikatakan saya tidak banyak membantu hehehe.

ketika kemudian bosan datang menerjang
suatu ketika saya merasa jenuh, tanpa ada kegiatan lain selain seputar rumah dan pasar, saya berkunjung ke rumah salah satu teman ngaji saya *masih inged ngaji rupanya* rumah beliau begitu sederhana, hanya ada karpet ukuran dua kali dua warna hijau muda, bahkan ruang tamu untuk laki-laki lesehan tanpa tikar, bukan ubin dibawahnya, tapi semen yang mengkilap karena sering dipel. ruang tamu laki-laki terpisah hijab warna biru gelap, dan ruangan yang saya gunakan saat itu sebenarnya ruang makan *mungkin* saya melihat hanya ada satu meja kecil *khas mahasiswa* yang diatasnya penuh majalah asy-syariah, nikah, fatawa dan beberapa buku islam yang saya kira keluaran ibnu katsir. ada komputer tua di pojok ruangan, namun sayang kata temenku komputer itu gak bisa hidup karena keterbatasan listrik di rumah kontrakan dua ruangan itu.

ada sebuah meja makan dengan dua kursi dan sebuah almari makan kecil di sisi ruangan yang lain. satu2 alat elektronik slain komputer yang terlihat adalah radio kecil warna silver yang kelihatan sudah tua, bukan untuk mendengarkan acara klenengan, tapi mendengarkan kajian-kajian yang disiarkan secara live dari salah satu stasiun radio. saya juga melihat sebuah mp3 player keluaran sun yang masih segede genggaman tangan terlihat tersambung dengan speaker aktif komputer. kemudian saya bertanya kabar teman saya, *basa-basi dikit* yang lalu dilanjutkan dengan memperbincangkan khidupan wanita berrumah tangga, ada satu hal yang menyentuh perasaan saya kala itu, begini ceritanya :

ketika baru menikah teman saya bingung apa yang hendak beliau lakukan selama seharian dirumah, karena suaminya melarang beliau untuk keluar rumah, kecuali memang bersama beliau, dan apa jawaban sang suami? “itu ada alquran 30 jus, sibuk kan dirimu menghafalnya”. tanpa saya sadari kedatangan saya memang sudah suratan, dalam kedatangan kali ini saya mengerti bahwa memang kodrat seorang wanita berada di dalam rumahnya, mengapa saya harus merasa bosan, memang naluri saya berada di dalam rumah, memang sudah dari sananya tempat saya adalah rumah.

rumah, rumah, rumah~ betapa saya mendambakan rumah saat ini, ketika saya telah kembali menuntut ilmu, saya tidak betah, saya ingin cepat kembali ya ummi, rumah adalah sebaik-baiknya tempat bagiku, saya akan lekas kembali, setelah wisuda nanti~~

RUMAH adalah sebaik-baiknya tempat bagi wanita, karena seluruh kewajiban kita berada di dalam nya, jangan terbutakan oleh nafsu dunia yang membuat kita lebih suka berada di luar sana.

Saia Benci Firefox

firefox-opera
bukan maksud saia hendak membuat postingan yang *wow* atau gimana, cuman beberapa hari ini saia mendapat masalah dengan mozilla firefox 3.0 di laptop saia,

de Story
1875cee9ceritanya suatu ketika saia diharuskan ngenet menggunakan bandwith suangat pas2an dengan sinyal gprs, so saia menyetting firefox saia non-images < Tools | Options | Content | Load images automatically > nah ketika settingan saia kembalikan ke semula, agar bisa ngeload images automatically si firefox mulai ngambek.

a_005ngambeknya see bukanne mendisable gambar, tapi dia gak isa ngeload background web, meski background tersebut hanya berupa warna, doh doh gimana saia ndak pusing, saia coba utak-atik seluruh options di firefox, saia cek dan uncek, saia able dan disablekan, saya apply dan dis-applykan, dan selanjutnya dan seterusnya hingga …

saia memutuskan menginstall ulang firefox saia, di uninstall trus di install lagi, terus dicoba lagi, tapi sangad mengecewakan, ternyata masih sama saja … doh doh doh ada apa ini ada apa? saia jadi stress, jadi sebel, jadi benci sama FIREFOX, sekarang saya menggunakan OPERA sajah.

onion-head22 tapi sebenarnya kalo masih diperbolehkan memilih saia lebih suka pake firefox, *bisik-bisik mode:on*

pagi ini aku terkaget-kaget melihat sebuah catatan kematian dari sebuah ruangan di tempatku menuntut ilmu, tak tahu mengapa spontan aku menanyakan pada orang terdekatku saat itu, ‘milik siapa?’ beliau menjawab ‘ya jelas lah milik akh ****!’ sungguh kala itu aku tidak pernah menyangka akan bertemu pemilik catatan kematian yang tersohor itu, ternyata selama ini beliau berada sangad dekat denganku, ‘mungkinkah ini?’ fikirku.

ya … mungkinkah ini takdirku, hingga aku mampu bertemu dengan sang pemilik catatan kematian, hingga akhirnya aku mampu memegang, menjamah, me****** buku yang sangad melegenda? ya, aku telah menjamahnya, memegangnya, bahkan memotretnya, sungguh sebuah kesan yang tidak mampu aku utarakan …

aku, death note dan penampakan

aku, death note dan penampakan

sayang kala itu aku belum bertemu sang pemilik catatan kematian, yang orang sejenius L pun tak sanggup mencarinya, mungkinkah aku? hanya dengan kebetulan bisa bertemu dengannya, orgh entah apa kata L jika aku mampu *ngakak guling-guling*

akhirnya aku bertemu denganya, akhirnya, akhirnya, YA lagi-lagi aku hanya bisa bilang bahwa ini semua kebetulan, kebetulan aku sedang menuliskan ini, kebetulan pula sang pemilik catatan kematian berhenti tepad di depan gedung dimana aku menuliskan ini, orgh inikah kebetulan, ataukah memang sudah catatan?

postingan ini hanya buat ketawa-ketawa ajah, jangan serius yah? kalo gak ngerti baca dulu komik berjudul ‘death note’ :p

btw sang pemilik sungguh tidak mengerti apa itu death note, soale di bagian belakang dia menuliskan namanya

muhammad syaifudin

Lebih Syar’i MANA??

SMS syar’i

Lebih syar’i mana???

ya Robbi cintailah ia dalam rengkuhan mahabbah padaMU, lindungilah dia dengan sayap akhlaq sesuai syariatMU, berkahilah dia dengan detik2 nafas untuk mengemis ridho dariMU, Robb ikatkanlah hatinya atas cinta padaMU, dan jadikanlah cintanya sebagai pelindung panas nerakaMU

From:
IKHWAN IM1
085647xxxxxx

Sent:
xx-xx-2009
19:xx:xx

dibandingkan dengan

mengundang rapat besok hari blablabla jam xx.xx disekre, konfirmasi ijin ke nomor ini

From:
IKHWAN IM2
085624XXXXXX

Sent:
xx-xx-2009
23:xx:xx

dua sms diatas berasal dari ikhwan *cowok* yang berbeda//
sms pertama datang sebelum jam delapan, dimana dalam konteks ini salah satu organisasi atau perkumpulan atau halaqoh yang beliau ikuti memang tidak memperbolehkan sms ke lawan jenis diatas jam delapan malam *saya tidak tahu dari mana dalilnya*//
sms kedua datang pada setelah jam 11 malam, dimana dalam konteks ini beliau juga *TAHU* tentang peraturan diatas …// dalam sebuah konteks bahwa saya *mungkin* akan terganggu atas sebuah sms, *harus JAGA HATI* dan peraturan jam 8 dimaksudkan untuk penjagaan hati tersebut, manakah sms yang lebih syar’i???

Memperbaiki diri

Afwan untuk jangka waktu yg tdk bs dprediksi, blog ini akan non-aktif

terima kasih untuk smua yg sudi mampir. Syukron

Owarimasu

mushola Fahima

mushola Fahima

owarimasu~

atashiwa, ima kara, anata ni matte nai.

Anggaran

http://aminari.files.wordpress.com/2009/01/konsumsi.doc

Kyo Kara ne

Kyo kara ne, atashi wa kenkon shitai to omoimasen~

Ashita mo

Tlatar

Tlatar

Ashita mo
Ganbarimasu!

Harapan itu Kejam

Mou, Aimasen ...

Mou, Aimasen ...

minggu ini aku belajar tentang sesuatu, tentang kenyataan menyakitkan bahwa harapan itu kejam. pernah lihat drama jepang berjudul one litre of tears, ada satu scene tentang betapa harapan menjadi sangat kejam, ketika aya menyadari bahwa harapan-harapan nya untuk Asou tidak akan pernah terkabul, hingga akhirnya Aya memilih untuk tidak bersama Asou, karena ketika bersamanya menbuat harapan-harapan itu tumbuh subur, sedangkan dalam kenyataan nya Aya tahu kalo harapan itu tidak akan terwujud.

Harapan yang Kejam
tidak semua harapan berakhir dengan penderitaan, hanya saja saya menyimpulkan bahwa harapan yang digantungkan kepada orang lain lebih banyak berakhir tragis, karena apa yang orang lain fikirkan seringkali berbeda dengan apa yang kita inginkan. Sebagai contoh, saya menginginkan seperti ini tapi saya membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya, akhirnya saya menggantungkan harapan saya kepada orang lain itu, yang sayangnya orang lain itu tidak mengerti saya.
Continue Reading »

Older Posts »